Permasalahan Akustik

Permasalahan Akustik- Memahami Fungsi Akustik

Permasalahan Akustik

 

Permasalahan Akustik
Permasalahan Akustik

Audio Video Indonesia , mencoba mengulas cara mengatasi Permasalahan Akustik pada mulanya kita harus memahami guna dan fungsi dari Akustik, mengapa akustik diperlukan dalam sebuah ruangan audio, ruang ibadah dan ruang lain karena setiap ruang punya potensi untuk mengubah karakter bunyi asli yang ada di ruangan itu. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara, misalnya dalam gedung rapat akan sangat mempengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara. Apa saja permasalahan dalam sebuah ruang akustik itu? Dan bagaiamana kira kira cara pemecahannya?

 

Permasalahan Akustik ruang adalah  bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi.Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. Sayangnya, ada beberapa permasalahan dalam sebuah keakustikan ruang. Apa saja masalah itu?

  • Adanya permukaan paralel yang tidak di-treatment – Dalam Permasalahan Akustik

Inilah Permasalahan Akustik yang sering dijumpai dalam sebuah ruang. Jika dua permukaan yang sifatnya reflektif saling berhadapan, pasti akan memunculkan flutter echo. Flutter echo merupakan sebuah suara pinging yang tetap ada,walaupun suara langsung telah terhenti. Jika Ada pernah berada di sebuah rumah kosong tidak berkarpet lalu Ada tepukkan tangan Anda, Anda aka mendengar suara pinging itu. Perhatikan, suara tersebut seperti masih menggantung di udara, meski tepukan tangan Anda telah berhenti. Untuk mengatasi flutter echo sangat mudah. Cukup dengan mengenali permukaan paralel mana yang reflektif, lalu Anda letakkan sebuah bahan penyerap atau penyebar suara di salah satunya. Hal itu akan memecahkan pantulan berulang di antara permukaan tersebut. Cara yang paling sederhana dapat saja Anda coba memakai, seperti karpet yang digantung di dinding, karpet di atas lantai (ini jika flutter echo berlangsung di antara sebuah lantai yang keras dengan ceiling), tirai gorden yang dipasang di sebuah jendela atau bahan-bahan lain, yang secara akustik sifatnya menyerap dan ditempelkan ke sebuah dinding

  • Pantulan sisi dinding dan lantai yang tak terkontrol-Dalam Permasalahan Akustik

Permasalahan Akustik
Permasalahan Akustik

 

Di mana lagi posisi speaker kalau bukan di samping sisi-sisi dinding dan sangat dekat–bahkan menyentuh lantai. Suara dari speaker sebagian akan langsung menuju ke telinga pendengar. Sebagian lagi, sebelum masuk telinga, memantul terlebih dahulu dari sisi-sisi dinding, lantai, dan langit-langit (ceiling). Pantulan sisi-sisi dinding sangat potensial membuat suara menjadi delay kolorasi di timbre atau warna suaranya. Semua faktor itu dapat menurunkan kualitas suara. Apalagi, pantulan lantai dan sisi-sisi dinding berinteraksi dengan suara langsung tadi, sehingga dapat memberi warna lain pada karakter tonal dari musik.

 

Sebenarnya Permasalahan Akustik, men-treatment pantulan-pantulan dari sisi-sisi dinding dapat saja sederhana. Cukup Anda letakkan sebuah bahan penyerap atau penyebar suara pada sisi dinding di antara speaker dan posisi dengar. Di sini, dapat saja Anda gunakan gorden, dengan pilihan dan lipatan bahan yang tebal. Pantulan di lantai bahkan lebih mudah dijinakkan dengan memakai karpet atau permadani panjang dan lebar tertentu. Bahan ini akan menyerap aneka suara yang memantul dan menabraknya, dan akan mengurangi efek-efek yang merusak suara.

Suara yang menabrak permukaan, juga dapat menyebar (terdifusi). Difusi ini akan mengubah sebuah pantulan yang memiliki satu karakter atau ciri tertentu, menjadi pantulan- pantulan beramplitudo lebih rendah yang menyebar, lalu terpantul dalam aneka arah yang berbeda-beda. Di sini, difusi dapat diperoleh dengan memakai panel akustik berupa diffuser atau dengan membentuk tertentu dinding ruang untuk men-diffuse suara. Jika di ruangan Anda ada sebuah lemari atau rak besar yang padat dengan buku, itu pun juga dapat sekaligus berfungsi sebagai diffuser yang baik, khususnya jika aneka buku yang ada punya perbedaan tebal tipis dan kedalaman. Atau buku tersebut ditata dengan punggung-punggung besar dan kecil diatur pada jarak tertentu.

 

Perlu diingat, bahwa kita tidak perlu men-treatment keseluruhan area sisi-sisi dinding ini dengan material akustik. Pantulan-pantulan itu hanya datang dari titik-titik tertentu yang kecil di sepanjang dinding. Pada frekuensi  mid dan high, gelombang suara akan berkelakuan seperti  pancaran cahaya. Oleh karena itu, kita dapat  menjejaki pantulan-pantulan sisi dinding ini ke posisi dengar (listening seat), lalu meletakkan bahan penyerap (gorden atau karpet), atau diffuser (rak berisi buku atau CD) dalam posisi dan lokasi yang benar.

 

  • Bass yang boomy dan tipis-Dalam Permasalahan Akustik

Bass boomy dan tipis merupakan masalah yang sulit dikontrol. Permasalahan Akustik ini seringkali diakibatkan dari mode resonansi ruang, kualitas speaker, atau penempatan (placement) speaker dan posisi duduk, atau tidak adanya penyerap frekuensi rendah yang cukup di ruang dengar. Posisi duduk untuk mendengar pun dapat saja membuat bass jadi  gembung.

 

Jika bass yang boomy dan tipis tetap ada setelah Anda coba meminimalisnya dengan placement speaker yang cermat (umumnya, dengan placement yang cermat, masalah itu dapat di atasi). Mungkin Anda akan berpikir untuk mengganti speaker. Tetapi, jika Anda rasakan boomy dari bass tersebut terbilang kecil, dan Anda masih cinta dengan speaker Anda, buatlah tampilan bass tersebut lebih kurus dan lebih tight, dengan menambahkan penyerap frekuensi rendah. Alat penyerap seperti ini lebih berfungsi  meredam frekuensi rendah ketimbang memantulkannya kembali ke dalam ruangan. Fungsinya lain dengan gorden atau rak buku. Jika gorden dan rak bermanfaat juga untuk dekorasi ruang, penyerap hanya sebagai alat akustik.

Permasalahan Akustik
Permasalahan Akustik

Tetapi ada plus lain dari alat penyerap ini. Selain menyerap frekuensi rendah, juga dapat meningkatkan kualitas musikal suara, khususnya di artikulasi bass, dinamika bass, dan membuat suara mid jadi lebih jernih (clarity). Dengan membersihkan bass yang kembung tadi, otomatis alat akustik ini akan meningkatkan kualitas midrange. Hasilnya, Anda akan melihat sajian vokal lebih jernih dan open. Salah satu contoh bahan penyerap frekuensi rendah, adalah DAAD, kini sudah masuk ke Indonesia.

 

Kita dapat saja menjinakkan bass yang boomy hanya dengan memindahkan posisi duduk lebih maju atau lebih mundur. Energi suara di dalam sebuah ruangan tidaklah tersebar merata di semua ruangan. Bahkan, dengan adanya pola tekanan yang tinggi dan rendah yang tetap, disebut standing wave telah ter-setup di ruangan. Karena standing wave ini terjadi pada frekuensi- frekuensi rendah, seorang pendengar di dalam sebuah wilayah atau zona bertekanan tinggi (sering disebut dengan peak), akan mendengar bass yang boomy. Dengan memaju atau memundurkan keluar dari zona bertekanan tinggi tadi, akan mengurangi bass yang boomy. Sebaliknya, jika suara terasa tipis dan kurang bass, kita dapat memposisikan kursi dengar di sebuah zona bertekanan tinggi untuk meningkatkan kesan bobot dan solid. Menggerakkan kursi dengar, maju atau mundur beberapa puluh sentimeter saja biasanya dapat mempengaruhi kesan tampilan bass.

 

  • Objek reflektif di dekat speaker – Dalam Permasalahan Akustik

Aneka benda bersifat memantul yang berada di dekat speaker, baik itu rak perangkat, jendela di belakang speaker, subwoofer atau furnitur di antara speaker, bahkan power amplifier di atas lantai, dapat mengaburkan fokus dari image, serta dapat mengurangi kesan kedalaman panggung (deep). Solusinya, apalagi kalau bukan dengan memindahkan aneka objek yang sifatnya mengganggu. Jika hal itu tidak mungkin Anda lakukan, pindahkanlah aneka objek yang secara akustik bersifat memantulkan ke belakang speaker.

 

Baca;  Memilih Ruang Hiburan di RumahMembersihkan NoiseProjector 4K ‘Ekonomis’ BenQ

 

5 Replies to “Permasalahan Akustik- Memahami Fungsi Akustik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *