Samsung Galaxy A

Lahirnya Samsung Galaxy A

Lahirnya Galaxy A

Mencari Keontentikan Diri

 

Samsung Galaxy A
Samsung Galaxy A

Mengapa Samsung terus mengembangkan terus kemampuan kameranya hingga setiap kali memperkenalkan model baru smartphone ini, ada saja kabar baru yang dibawa dan lebih maju dari model sebelumnya, baik saat orang mengambil gambar maupun video? Mungkin ini tak ubahnya sepertibila kita menjawab pertanyaan, mengapa beberapa orang yang saking sukanya akan musik, rela merogoh koceknya bahkan hingga milyaran Rupiah demi  mendapatkan perangkat audio stereo berharga ratusan bahkan milyaran di dalam rumah ?

 

Samsung Galaxy A
Samsung Galaxy A

Jawabnya bisa saja tak usah banyak banyak.Satu saja,yakni karena orang selalu suka dengan yang namanya otentik. Otentik, asli dirinya. Otentik, asli orang yang disukainya, entah karena suaranya, rupanya. Otentik, apa yang suka dilihatnya (pemandangan, benda,makanan,benda alam seperti air, dan lain lain). Mengapa sistem audio itu berharga mahal, juga karena dapat menghadirkan ke-otentikan. Karena dipercaya lebih dapat menghadirkan sang penyanyi, langsung bernyanyi dihadapan pemilik alat. Otentik, ada didepannya dengan rupa suara memang suaranya. Bukan suara saya atau anda. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Tak heran bila harganya mahal. Apalagi perangkat ini tidak diproduksi massal.

Demikianlah, orang pada dasarnya sangat suka akan gambar, suara atau video yang hasil

Samsung Galaxy A
Samsung Galaxy A

rekamannya sangat mendekati yang otentik (kalau tidak mau dikatakan ‘sama’). Kami jadi ingat, pernah suatu kali merekam video sebuah momen penting, yakni pidato seorang tokoh. Betapa kecewanya di rumah, ketika mendapati hasil rekaman video tadi, suaranya jelek hampir tidak jelas/patah patah.  Padahal video ini ingin dibagikan. Pernah juga kecewa, mengambil selfie di tempat menarik, setelah diamati, banyak fotonya tampil tidak fokus, blur. Jauh dari tampilan aslinya.

Samsung Galaxy A
Samsung Galaxy A

Seperti saat diluncurkannya serangkaian Galaxy A terbaru Samsung (model A50, 30, 20 dan 10) di 22 Maret 2019 lalu di Jakarta.Serangkaian kekinian melekat padanya. Dari sisi resolusi gambar yang besar misalnya, yani 1080 x 2340 piksel(di A50 dan A30) dan 720 x1560 di A20 dan A10. Mengapa piksel dibesar besarkan? Tidak saja membuat gambar tampil lebih detil dan hidup, tetapi juga  bila nantinya dibesarkan (untuk dilihat atau dicetak) tidak akan pecah atau tidak semudah itu pecah. Begitu pun bila kita mendengar  musik dari perangkat high end audio. Suara lebih terkesan mewah dan megah daripada sekedar sistem kompo. Dibesarkan volume, suaranya tidak kacau balau(separasi, staging) apalagi kasar. Sebaliknya, terdengar kian punya bobot (weight), rapi,  terlihat koherensinya, dan memperlihatkan kalibernya perangkat audio itu. Sebuah nuansa yang kira kira sama dengan nuansa panggung.  Tak ubahnya seperti model smartphone Samsung diatas.Bila kami lebih suka menyebutnya dengan kata ‘otentik’, Samsung di acara ini lebih suka menyebutnya dengan kata ‘live’. Tidak mengapa, karena keduanya intinya punya makna yang sangat berdekatan(jika tak mau dikatakan ‘sama’).

Apa lagi agar mendukung keotentikan nantinya? Ada beberapa, baik yang langsung atau pendukung.Misalnya, Layar yang seperti borderless(tanpa batas), kamera, baterei awet, kapasitas simpan besar.  Di A50, ada layar Infinity-U, Triple camera dan Scene Optimizer.

Mari lihat, betapa segenap diabadikan di model ini dan model model Galaxy sebelumnya,

Samsung Galaxy A
Samsung Galaxy A

sesungguhnya merupakan hasil penglihatan Samsung akan bagaimana orang suka yang otentik otentik, berfoto seindah aslinya orang itu dan pemandangan yang dia lihat.menonton live streaming sepakbola, keriuhan pentas musik, Dj, dan lain lain seperti yang dia lihat dan rasakan langsung, streaming musik dengan suara seindah rekaman aslinya, live gaming sehidup hidupnya, dan segala tetek bengek orang bersosial media dimana mereka suka merasakan interaksi yang otentik seolah berbicara langsung didepannya dengan lawan bicaranya. Orang seperti ingin kian dekat dengan nuansa yang otentik, yang terasa live. Maka layar pun dibuat sebagus mungkin, seperti di model ini yang layarnya berresolusi Full HD+ (di A50 dan 30) dan HD+ (di A20 dan 10) demi mendukung aneka kegiatan yang live, seperti saat orang memainkan Instagram Live, update momen terkini via  Instastory, main game online atau nonton streaming. Bahkan ada fitur Flaw Detection yang bekerja bila ada yang kurang oke dengan hasil foto yang diambil(buram,subjek foto kedip atau meram, lensa kotor, backlight), dimana kamera akan memberitahukan sang pembidik.

Kerinduan akan sesuatu yang otentik, sebagai kesukaan jati dirinya, membuat orang ingin selalu online, terkoneksi cepat, lalu main streaming atau chat. Dan video rupanya lebih otentik ketimbang foto, sehingga tak heran, menurut lembaga BI Intelligence Calculation, konsumsi mobile video dipredisi akan naik 8.7x di 202 dan 71 persennya adalah konten live video.   Inilah yang lalu diemban  oleh seri A Galaxy ini.

Fitur pendukung hadirnya ke-otentikan ini ada juga  seperti Ultra Wide 123 derajat, Scene Optimizer(optimalisasi gambar hingga 20 scene), layar Infinity-U Super Amoled, prosesor Exynos Octa Core(dengan tipe bervariasi, yakni 9610, 7904,7884B).

Apa kegemaran orang lainnya? Ya, berbelanja. Belanja yang cepat, bahkan hemat. Mereka sudah tahu, belanja online-lah kini yang bisa diandalkan.Maka Samsung menyematkan fasilitas Bixby Vision(dimana dengan mengarahkan kamera henpon ke benda yang ingin dibeli, anda akan dapat rujukan toko online mana untuk membelinya).Juga ada Samsung Pay untuk transaksi cepat, memakai live payment-nya Samsung.

Sudah? Apalagi yang belum?  Oh, pendukung segala senjata untuk orang tampil seotentik mungkin melalui sebuah smartphone.  Disini Samsung memberikan gudang simpan besar (bervariasi di angka 64 GB  hingga 32 GB), yang dapat diperluas dengan media eksternal hingga 512 GB. Selain itu, baterei pun harus tahan pakai lama. Di sini sudah 4000 mAH. Berapa lama pakai? Tentu saja sedikit di bawah model Galaxy A20 yang 5000 mAH. Kami pernah menguji baterei A20 dan ketahanannya di periode awal pakai, tercatat kuat di 31 jam (20 persen waktu ini untuk aktivitas memutar dan kirim video), selebihnya standby dan chatting di WA. Saat tulisan ini dibuat, kami tengah mendalami bagaimana daya tahan 4000 mAh Samsung ini dalam kenyataanya bila digunakan sehari hari.

Dengan mencari otentik, bukan berarti lalu orang tidak bisa memoles atau berimprovisasi di gambar dan video melalui seri A ini. Ada saja beerapa fitur yang juga digunakan untuk berkreasi atau berimprovisasi. Sebut saja seperti Depth Lens di A50 yang menghasilkan efek bokeh, dengan kedalaman sesuai keinginan pemakai. Ada lagi fitur lain, yang akan panjang bila diceritakan.

Demikianlah. Masyarakat kita lebih suka sesuatu yang live. Sesuatu yang hidup. Karena live itu instan dan dia jujur apa adanya. Tanpa polesan. Kita ingin membeli yang asli, baik itu celana, tas, sepatu, hem bermerk ‘anu’ yang memang terkenal bagus. Tidak KW. Dan itulah yang dicari dan realisasikan juga dalam segengam pesawat henpon, seperti yang ada di seri A ini.

Catatan : Bicara harga, seri A Galaxy sudah ada mulai 29 Maret 2019 di toko retail atau platform e-commerce di harga 4.099 Juta Rupiah. Galaxy A50 4/64GB 4.899 juta, A50  6/12GB dan A30  4/64GB di 3.39 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *