Bone Conduction Mic untuk Headphone

Bone Conduction

Bone Conduction Mic untuk Headphone

Bone Conduction Mic untuk Headphone
Bone Conduction Mic untuk Headphone

Tahukah anda teknologi bone conduction mic? Ada merk headphone yang memakai konsep ini dan mereka percaya suara yang dihasilkannya tampil lebih jernih, apalagi untuk pengenalan suara vocal (clear voice recognition) yang jernih bahkan di lingkungan yang sangat berisik sekalipun.

Teknologi bone conduction mic ini dikembangkan untuk digunakan dalam misi kenegaraan khusus misalnya di dunia militer saat terjadi peperangan, juga dalam jasa bantuan (emergency), untuk near field voice recognition. Disini noise ambien ditahan tidak masuk, dan hanya sinyal suara speakerlah yang dialirkan dan diperkuat. Dengan teknologi ini, kita bisa membuat perintah dengan suara kita dalam lingkungan yang berisik, misalnya dalam sebuah ruangan gym yang berisik – hanya dengan berbisik saja. Atau melakukan panggilan yang sifatnya rahasia (sensitive) saat kita berada di sebuah jalan yang sibuk dan ramai tanpa kita perlu bersuara keras, apalagi agak berteriak yang membuat orang lain mendengar suara kita, bahkan bisa saja mengganggu mereka.

 

Vinci Menggunakan teknologi bone conduction mic

Salah satu brand yang memakai teknologi bone conduction mic ini adalah Vinci. Brand ini punya satu model yang memanfaatkan konsep teknologi ini yakni di model Vinci 2.0-nya. Vinci mengklaim, inilah headphone wireless standalone pintar pertama dunia. Memakai juga teknologi noise cancellation bernama Alexa. Model ini memiliki fitur voice recognition dengan teknologi bone conduction mic, direkomendasikan untuk mendengarkan musik berbasiskan kepada preferensi penikmatnya, juga untuk aktifitas tertentu. Inilah klaim dari pembuatnya. Di kalimat promosinya, Vinci menuliskan kalimat berikut, “Leave your phone behind. Music, calls, and fitness trackers all-in-one.Voice-controlled AI.15,000 skills with Alexa.Noise cancellation”.

Vinci 2.0 bekerja pada 2 level. Pertama, dia akan belajar dari kebiasaan pemakainya dalam mendengarkan musik, juga bagaimana statistic fisiknya. Ini diperlukan untuk membuat semacam rekomendasi musik yang baik.
Kedua, headphone ini menggunakan algoritma NLP (Natural Language Processing) untuk mengenali kata kata pemakainya dan mengerti (kira kira) apa yang menarik perhatian pemakainya. Kesemuanya ini memungkinkan Vinci dapat merekomendasikan apa musik yang terbaik untuk query kita, juga mood kita, terkait lokasi dan aktivitas juga.

Headphone Vinci 2.0 ini memiliki lebih dari 10 sensor built in untuk secara akurat menganalisa data kesehatan dan kebugaran pemakainya. Hasilnya pun bisa disharingkan dengan teman. Selain itu, ada fitur smart noise cancellation yang terdiri dari 8 macam mode dan setting noise cancellation berbeda yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi lingkungan dengar. Juga ada mode suara 3D pintar.

Baca juga  Memilih Ruang  Hiburan di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *